Menthae Arvensitis Herba (Herba Poko)
Nama Daerah
Sumatera :
daun poko (Melayu).
Jawa :
bijanggut, bujanggut (Sunda), janggot.
Pemerian
Bau
aromatik, seperti mentol, rasa pedas.
Pemeriksaan Makroskopik
Helai daun berbentuk bundar telur, ujung daun runcing,
tepi daun bergerigi, pangkal daun runcing, panjang 3,5 cm samapi 7 cm, lebar
1,1 cm sampai 3,7 cm, warna hijau sampai hijau kecoklatan. Batang berbentuk
segi empat, warna hijau keunguan beruas-ruas, dari tiap buku keluar tangkai
daun.
Pemeriksaan Mikroskopik
Sel epidermis atas berbentuk agak pipih, pada
penampang tangensial dinding samping lurus atau agak bergelombang. Rambut
penutup terdiri dari 1 sampai beberapa sel, bentuk kerucut, kutikula berbintil.
Rambut kelenjar terdapat 2 tipe, rambut kelenjar tipe pertama mempunyai 1 atau
2 sel tangkai dengan kepala kelenjar terdiri dari 1 sel berbentuk lonjong
berisi minyak atsiri, rambut kelenjar tipe kedua adalah tipe Lamiaceae
(Labiatae) dengan 1 atau 2 sel tangaki yang melebar dan sebaris mendatar
beberapa sel kepala, minyak atsiri berwarna kuning sampai kuning coklat
terdapat dalam rongga subkutikuler. Rambut kelenjar tipe Lamiaceae umumnya
terdapat pada epidermis bawah. Jaringan palisade terdiri dari 1 lapis sel, bentuk
silindris panjang, tebal jaringan lebih kurang setengah tebal mesofil, jaringan
bunga karang terdiri dari 2 sampai 3 lapis sel yang berbentuk tidak beraturan.
Sel epidermis bawah lebih kecil dari pada sel epidermis atas, pada penampang
tangensial dinding samping lebih bergelombang. Berkas pembuluh tipe kolateral.
Stomata tipe diasitik (Caryophyllaceae), panjang 20 ?m sampai 35 ?m, lebar 10
?m sampai 20 ?m. Batang: epidermis terdiri dari 1 lapis sel berbentuk agak
gepeng, kutikula bergaris, pada epidermis terdapat rambut kelenjar seperti pada
daun. Korteks parenkimatik, terdiri dari sel-sel berbentuk isodiametrik,
dinding tipis, mengandung butir-butir minyak jernih. Disudut-sudut batang
terdapat jarinag kolenkim. Endodermis jelas, terdiri dari 1 lapis sel dengan
penebalan pada dinding radial. Berkas pembuluh tipe kolateral, jarinag floem
sempit, xilem lebih banyak terdapat pada daerah dibawah sudut-sudut batang dan
terutama terdiri dari pembuluh kayu bernoktah, pembuluh berspiral dan serabut
kayu. Empulur parenkimatik, terdiri dari sel-sel besar berbentuk poligonal,
berdinding tipis.
Serbuk: warna hijau kecoklatan. Fragmen pengenal
adalah fragmen rambut penutup terdiri dari 1 sampai beberapa sel, bentuk
kerucut, kutikula berbintik, kadang-kadang 1 sel atau lebih agak mengkerut,
rambut kelnjar tipe Lamiaceae berwarna kuning coklat, rambut kelenjar yang
mempunyai 1 atu 2 sel tangkai dengan kepala kelenjar bersel 1 dan berbentuk
lonjong, stomata tipe diasitik, fragmen epidermis dengan dinding samping
bergelombang.
Cara Identifikasi
- Pada 2
mg serbuk herba tambahkan 5 tetes asam sulfat P; terjadi warna coklat
hijau.
- Pada 2
mg serbuk herba tambahkan 5 tetes asam klorida P; terjadi warna hijau tua.
- Pada 2
mg serbuk herba tambahkan 5 tetes larutan natrium hidroksida P 5% b/v;
terjadi warna coklat merah.
- Pada 2
mg serbuk herba tambahkan 5 tetes larutan kalium hidroksida P 5% b/v;
terjadi warna coklat merah.
- Pada 2
mg serbuk herba tambahkan 5 tetes amonia (25%) P; terjadi warna coklat
hijau.
- Pada 2
mg serbuk herba tambahkan 5 tetes larutan besi (III) klorida P 5% b/v;
terjadi warna biru hitam.
Uji Kemurnian
Kadar abu
tidak lebih dari 10,8 %.
Kadar abu
yang tidak larut dalam asam tidak lebih dari 2,3 %.
Kadar sari
yang larut dalam air tidak kurang dari 14 %.
Kadar sari
yang larut dalam etanol tidak kurang dari 3,2 %.
Bahan
organik asing tidak lebih dari 2 %.
Kegunaan
Karminatif,
antispasmodik.
Kandungan Senyawa
Minyak
atsiri 1%-2% mengandung mentol 80%-90%.
Referensi
Materia
Medika Indonesia II, hal 66-69, thn 1978, Depkes RI
Mentha arvensis L

A. Nama Tumbuhan
1. Nama Ilmiah. : Mentha arvensis L
2. Sinonim : -
3. Nama Lokal : Bijanggut (Sunda), Poko (Jawa Tengah)
4. Familia : Labiate
5. Ordo : Solanales
B. Ciri Umum
1. Habitus : Semak, tahunan, tinggi 10 50 cm
2. Batang : Lunak, berbulu, batang muda bersegi empat, setelah tua bulat, ungu
3. Percabangan : dua
C. Daun
1. Jenis daun : Tunggal
2. Filotaksis : -
3. Bentuk & Ukuran : Bulat telur, panjang 3 5 cm, lebar 15
30 mm
4. Margo folii : bergerigi
5. Basis folii : membulat
6. Apex folii : runcing
7. Permukaan daun : berbulu a. Warna : atas: Hijau bawah: hijau b. Tekstur : atas: kasap bawah: kasap
8. Nervatio : penninervis (menyirip)
9. Stipule : -
10. Catatan tambahan : -
D. Bunga
1. Bentuk Bunga : majemuk, bentuk bulir
2. Jumlah & warna sepal : -
3. Jumlah & warna petal : -
4. Jumlah Stamen : 4 buah
5. Kedudukan ovarium : -
6. Infloresensi : -
7. Braktea/Brakteola : -
8. Rumus bunga : -
E. Buah
1. Tipe buah : buni
2. Bentuk & Ukuran :
3. Warna : coklat tua
F. Lain-lain
1. Getah & Warna getah : -
2. Bau (aromatik dll) : aromatik
3. Sulur : -
4. Duri : -
5. Umbi : -
6. Rhizoma : -
Nama Tumbuhan Mentha arvensis L
1. Frekunsi pemakaian (jarang, sering, atau sering sekali) Sering
2. Formula dalam ramuan Untuk pelega perut dipakai 10 gram herba segar Mentha arvensis, direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin diperas dan disaring. Hasil saringan ditambah gula merah sebanyak 5 gram, diaduk, diminum sekaligus.
3. Kultuvasi dan pemanenan Tanaman yang sudah tua dipanen kemudian disortasi. Setelah itu dilakukan pencucian, kemudian ditiriskan baru dilakukan pengeringan. Pengeringan ada tiga cara
1. sinar matahari langsung
2. angin-angin
3. oven Untuk angin-angin adalah tanaman yang mengandung minyak atsiri. Kebanyakan dengan metode oven karena sulit untuk mendapat sinar matahari.
4. Kandungan senyawa kimia Sapanur, flavonoida dan tanin, disamping minyak
5. Efek farmakologis Pelega perut
kak mau tanya untuk yang mikroskopik apakah ada sumber resmi,dapusnya kak?kalo ada mau minta kak hehe
BalasHapus